Copyright © GoDeKs faMiLy
Design by Dzignine
Re-design by ESSIP
October 25, 2013

Harapanku untuk PLN




14 Tahun sudah aku tinggal di desa ini, selain karena kerjaan di sini kebetulan juga suami ketemu nya di desa ini, meski dia juga perantau dari Riau.  Berjarak kurang lebih 150 KM dari pusat kota tepatnya di desa TebingTinggi  Tungkal Ulu Tanjung  Jabung Barat JAMBI.

Dari tahun ke tahun kami hanya di jejali janji-janji manis oleh kepala daerah disini, bahwa PLN akan segera masuk di desa tercinta kami, tapi janji hanyalah janji karena hingga sekarang kami tetap tidak bisa menikmati  Fasilitas penerangan dari PLN ini. Sempat ada pengumpulan uang muka, per kepala keluarga sebesar 1 juta, untuk pemasangan Listrik tapi semua itu hanya janji kosong belaka lagi. Kecewa dan kecewa lah yang kami dapatkan.
Tak tahu kendalanya di mana, entah dari pihak PLN atau dari pihak pemerintah setempat, rasanya banyak sekali masalahnya. Mulai dari pencurian kabel yang terkesan dibiarkan, pemancangan tiang listrik yang jedanya bisa tahunan hingga para pungli-pungli liar yang memberi  harapan palsu pada masyarakat.

Untuk diketahui, Desa ini hanya bisa mengandalkan penerangan dari tuan-tuan pemilik Genset, yang pembayarannya luar biasa mahal, bayangkan saja, untuk 1 ampere pemakaian kami harus membayar 350 ribu itupun hidup dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Belum kalau genset mereka rusak, tetap kami harus membayar segitu.
Saya mungkin masih beruntung, kebetulan perusahaan suami saya bekerja menyediakan perumahan dengan fasilitas listrik dan air tanpa musti bayar mahal. Tapi bila membayangkan betapa beratnya beban teman-teman yang lain,mungkin gaji mereka sebulan hanya tinggal 300 atau 400 rupiah/bulan.  Bisa apa uang tersebut untuk menutupi kebutuhan hidup selama sebulan.

Jadi menjelang Hari Listrik Nasional PT. PLN yang ke 68 ini, kami mengharapkan semoga ada perhatian pemerintah setempat dan PT.PLN untuk bisa merealisasikain harapan kami untuk bisa ikut menikmati penerangan secara maksimal.
Kami sangat mendukung program PLN Bersih ini, Bersih dari kecurangan, bersih dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan bersih dari pungutan-pungutan liar untuk pemasangan dan pemakaian tarif PLN.
Jaya terus PT. PLN  , jadikan momen ini untuk terus berbenah diri menjadi Persero yang benar-benar transparan dan terdepan dalam melayani masyarakat.
Terima kasih juga kepada Blog Detik yang telah membuka kesempatan kepada saya untuk mengeluarkan uneg-uneg selama ini.

10 yg mo komeng...dimariiii:

  1. bener mak... semoga PLN bersih..., apalagi ditempatku masih ada pemadaman bergilir... :( , asal jangan bersih dari kejujuran aja...

    ReplyDelete
  2. Uneg-uneg yang penting nih biar listrik merata ke seluruh pelosok negri dan PLN bersih sih. selamat mak nice posting.

    ReplyDelete
  3. Bukan cuma di tungkal ulu, mi.........Ditungkal yg notabene ibukota kabupaten aja sering banget mati lampu. udah kayak minum obat aja matinya. everyday....., kalo masalah protes udah gak bisa diomongin lagi,, boseeeeeen.........,, alasan juga macem2......

    tapi semoga ada solusilah nantinya.......

    ReplyDelete
  4. 1 juta/ KK? Grrrrrrrrrr. . .
    Moga PLN mendengarkan uneg2 Mimi, ya.

    ReplyDelete
  5. Semoga segera terealisasi ya Mi...

    ReplyDelete
  6. salam kenal Mi...saya pernah tinggal di tebing tinggi lhooooo...waktu itu kami ngontrak di luar, suami belum dapat rumah di Lontar...ya ampuuun, sungguh saya merasakan nikmatnya hidup di kontrakan, tak bisa masak pakai rice cooker, tak bisa pakai water dispenser..jadi peralatan itu cuma nganggur di mess suami. listrik dari genset milik Pak Heru, 1 titik lampu seharga 75 ribu. Mimi tinggal di sebelah mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turut berduka cita atas dipanggilnya suami Mbak. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

      Mbak, sudah saya add facebooknya, pakai fb suami saya. kalau boleh tahu, nama alm suami Mbak siapa ya? siapa tahu suami saya kenal. dulu suami saya team-nya Pak Setyo Budi Santoso di bagian Automation Analyzer

      Delete
  7. Mi...coba adukan ke Pak Dahlan Iskan, beliau juga punya blog. Biasanya tiap senin pagi beliau menulis jurnal tentang manufacturing hope.

    ReplyDelete
  8. kalo tinggal di wilayah jambi, dah biasa ga pake listrik... di tebo tempat saya ini pernah digilir selama hampir 1 bulan 6 jam hidup, 6 jam mati....sedihnya saya ga bisa ikut lomba blog pln ini....

    ReplyDelete

hayuuuu...ah. komenin qta